Tingkatkan Penanggulangan Terorisme dan Kejahatan Transnasional, Bakamla RI Hadiri The 5th SRM
02 August 2024 Penulis : Humas Bakamla RI
WhatsApp_Image_2024-08-01_at_16.42.30.jpeg

Bali, Rabu 31 Juli 2024 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —- Dalam rangkaian pertemuan The 10th Indonesia-Australia Ministerial Council Meeting (MCM), di hari kedua kegiatan, Deputi Kebijakan dan Strategi (Jakstra) Bakamla RI Laksda Bakamla Gregorius Agung W.D., M.Tr.Han., menghadiri The 5th Sub-Regional Meeting (SRM) on Counter Terrorism and Transnational Security. Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Hadi Tjahjanto, bersama dengan Menteri Dalam Negeri Australia Hon Tony Burke MP. Dalam acara ini, hadir juga perwakilan dari Thailand, Brunei, Singapura, Malaysia, New Zealand, dan Filipina untuk membahas dua topik utama, yaitu kejahatan transnasional dan counter-terrorism. Acara berlangsung di Bali, Rabu (31/07/2024)

 

Pada sesi pertama, pertemuan membahas lingkungan keamanan domestik dan regional, mencakup isu-isu seperti Gaza, Myanmar, rivalitas antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat Tiongkok, serta Laut Tiongkok Selatan. Isu domestik Indonesia yang dibahas meliputi Pemilu 2024, pelindungan WNI khususnya terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan judi online. Dari diskusi tersebut, hanya Indonesia dan Malaysia yang menyatakan keprihatinan terhadap masalah judi online.

 

Sesi kedua menyoroti radikalisasi online, khususnya yang menargetkan generasi muda. Diskusi mencakup bahaya paparan radikalisme melalui media online dan media sosial, serta strategi untuk menangkalnya. Sesi ketiga melanjutkan pembahasan tentang penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan, termasuk ancaman dari kelompok afiliasi Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL) seperti Islamic State Khorasan Province (ISKP), serta upaya rehabilitasi dan reintegrasi mantan teroris.

 

Pada sesi keempat, Australia melaporkan tindak lanjut dari pertemuan Senior Officials Counter-Terrorism Policy Forum (SOCTPF), termasuk perkembangan Compendium of Domestic Initiatives to Prevent and Counter Violent Extremism dan Sub-Regional Online Notification Protocol. Sesi kelima membahas situasi migrasi ilegal yang memanfaatkan wilayah Indonesia, khususnya TPPO dan Tindak Pidana Perdagangan Migran (TPPM), serta situasi keamanan siber Indonesia, termasuk serangan ransomware baru-baru ini dan upaya penanganannya.

 

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar negara dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, khususnya dalam menangani kejahatan transnasional dan terorisme. Partisipasi Bakamla RI dalam pertemuan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan bersama oleh negara-negara peserta untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan damai.

 

Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

Foto-foto: Humas Bakamla RI

Entri ini telah dilihat 191 kali.