Jakarta, 10 Juni 2024 (Bakamla RI/Indonesian Coast Guard) --- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., menghadiri Rapat Koordinasi Progres Implementasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) serta Pembahasan Mengenai Pengawasan Komoditas Timah melalui SIMBARA di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2024).
Dalam rapat ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinves) Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar Bakamla RI memperketat pengawasan terhadap adanya penambangan ilegal di wilayah perairan Indonesia.
"Sebagai ujung tombak kita, saya minta Bakamla RI perketat pengawasan kapal-kapal yang membawa hasil pertambangan", tegas Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., meminta agar aplikasi Simbara turut mencatat kapal-kapal pengangkut mineral dan batu bara (minerba) yang sudah memiliki dokumen sesuai persyaratan yang ditentukan.
"Kami berharap Aplikasi SIMBARA turut mencatat mana saja kapal-kapal yang sudah memiliki dokumen yang sesuai. Hal ini perlu dilakukan agar tidak perlu terjadi double checking", ujar Kepala Bakamla.
Dalam rapat ini, Bakamla RI juga mendorong agar Aplikasi SIMBARA bisa terintegrasi dengan Sistem Kemanan dan Keselamatan Laut Nasional (SKKLN), untuk mempermudah proses pengawasan.
Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN