Bakamla RI Gelar Penyusunan Postur Optimum 2025-2045 untuk Hadapi Tantangan Keamanan Maritim
11 October 2024 Penulis : Humas Bakamla RI
PHOTO-2024-10-09-21-08-51.jpeg

Bekasi, 9 Oktober 2024 (Bakamla RI/Indonesian Coast Guard) --- Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menggelar kegiatan penyusunan Postur Optimum Bakamla RI 2025-2045, sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para narasumber dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, dan pakar keamanan maritim, digelar di Bekasi, Rabu (9/10/2024).

Dipimpin oleh Direktur Penelitian dan Pengembangan Bakamla RI Laksamana Pertama Budi Santosa, S.E., M.M., CRMP., CHRMP., kegiatan ini membahas berbagai aspek penting dalam membangun postur ideal Bakamla RI. Mulai dari organisasi, infrastruktur, hingga strategi operasional. Dalam sambutannya, Laksma Bakamla Budi Santosa menegaskan pentingnya sinergi antar-institusi untuk menghadapi tantangan keamanan laut di masa depan. "Keamanan laut bukan hanya soal patroli, tetapi bagaimana kita dapat memprediksi dan merespon ancaman secara cepat dan tepat. Postur Bakamla RI 2025-2045 akan menjadi panduan kita menghadapi berbagai tantangan," ungkapnya. 

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar terkemuka, termasuk Letkol Laut (P) I Gde Eka S, S.H., M.A., dari TNI Angkatan Laut, yang merekomendasikan penggunaan teknologi keamanan maritim canggih untuk mendukung operasi patroli. Dr. Armi Susandi, M.T., dari Badan Intelijen Negara (BIN), memberikan prediksi ancaman strategis hingga 2045 dan rekomendasi mitigasinya. Sementara itu, Dr. Anton Aliabbas, Ph.D., dari Universitas Paramadina, menyampaikan pentingnya kebijakan jangka panjang dan peta jalan (road map) kerja sama internasional untuk memperkuat keamanan maritim Indonesia. 

Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. M. Arsyad Al Amin, S.Pi., M.Si., dari Institut Pertanian Bogor (IPB), berjalan interaktif dengan partisipasi aktif dari para peserta. Kolonel Tuti Ida Halida S.T., M.I.Tr., dalam paparannya menyampaikan salah satu fokus utama dalam penyusunan postur ini adalah pembangunan kekuatan operasional Bakamla RI yang terintegrasi dengan infrastruktur logistik, markas, serta stasiun aviasi yang tersebar di seluruh zona strategis. 

Penyusunan postur ini juga merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam memperkuat pertahanan dan keamanan maritim Indonesia, sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis dan prediksi ancaman pada periode 2025 hingga 2045. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah sinergi antara Bakamla RI dan TNI AL, serta penerapan teknologi keamanan maritim berbasis teknologi untuk mendukung operasi patroli yang lebih efektif. 

Dengan selesainya kegiatan penyusunan postur optimum ini, diharapkan Bakamla RI dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan perairan Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang strategis, Indonesia perlu memastikan bahwa sumber daya laut yang melimpah dapat dimanfaatkan secara optimal dan terlindungi dari ancaman, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Humas Bakamla RI)


 

Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

Foto-foto: Humas Bakamla RI

Entri ini telah dilihat 286 kali.