Batam, 3 Febuari 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —Bakamla RI bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) secara resmi membuka VBSS Training Program Bakamla RI–UNODC Tahun 2026 yang digelar di Pangkalan Bakamla Batam, Selasa (3/2/2026).
Pembukaan pelatihan ditandai dengan pembacaan sambutan Kepala Bakamla RI, Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla, yang dibacakan oleh Kepala Pangkalan Bakamla Batam Kolonel Bakamla Agus Sriyanto. Dalam sambutannya, Kepala Bakamla RI mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut dalam keadaan sehat dan lancar.
Disampaikan bahwa VBSS Training Program merupakan bentuk kerja sama berkelanjutan antara Bakamla RI dan UNODC yang telah memasuki tahun kelima. Program ini menjadi wahana strategis dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) bagi coast guard negara-negara peserta di kawasan Asia Tenggara, seiring dengan semakin kompleksnya ancaman keamanan maritim.
“Dinamika kejahatan di laut terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, kejahatan transnasional di wilayah perairan memerlukan penanganan yang kuat melalui kerja sama regional dan internasional,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut. Pelatihan VBSS ini dinilai penting untuk meningkatkan keterampilan keselamatan dan keamanan di laut, baik dalam menghadapi ancaman konvensional maupun non-konvensional saat pelaksanaan operasi.
Pada tahun anggaran 2026 ini, kegiatan hasil kerja sama Bakamla RI dan UNODC direncanakan diikuti oleh personel coast guard dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, serta diharapkan menjadi ajang mempererat Coast Guard Brotherhood dan persahabatan antarpenegak hukum maritim di kawasan.
Latihan tahap pertama di Batam diikuti oleh 16 peserta, terdiri dari 8 personel Bakamla RI, 4 personel Filipina, dan 4 personel Malaysia. Pelatihan didukung oleh asistensi instruktur dari Bakamla RI serta pelatih utama dari UNODC, dengan materi utama meliputi VBSS on Identification and Safe Handling of Hazardous serta pengenalan jenis-jenis kapal.
Secara khusus, Kepala Bakamla RI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNODC atas dukungan dan komitmen dalam penyelenggaraan program ini, yang memberikan kesempatan berharga bagi aparat penegak hukum maritim untuk meningkatkan kemampuan operasional secara aman dan sesuai ketentuan hukum laut nasional maupun internasional.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Bakamla RI menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta dari Malaysia dan Filipina di Batam, serta berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan optimal. Dengan memohon rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, VBSS Training Program Bakamla RI–UNODC Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi : Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhan
ID
EN