Jakarta, 13 November 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —Bakamla RI bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan Seminar on Investigation Skills in Maritime Law Enforcement sebagai bagian dari proyek Penguatan Kapasitas Bakamla RI. Seminar berlangsung selama tiga hari, dari 11 s.d 13 November 2025, di salah satu hotel Jakarta Timur,Kemarin.
Kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta dari berbagai instansi penegak hukum maritim, di antaranya Bakamla RI, Kementerian Perhubungan, TNI AL, Polair, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), serta Badan Narkotika Nasional (BNN).
Seminar menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga maritim internasional maupun nasional, yaitu: Laksamana Pertama Bakamla Askari, P.S.C., S.IKom., M.Sc., M.A. (Direktur Kerja Sama Bakamla RI), Tsukasa Kanke (JICA Expert, Japan Coast Guard), Shimamoto & Hashizume Daisuke (Mobile Cooperation Training/JCG) dan Inspector Sam Robert Smith (Australian Border Force/ABF).
Melalui pemaparan yang komprehensif, seminar membahas sejumlah topik penting terkait penegakan hukum di laut, antara lain yaitu (1) Perkembangan Lingkungan Keamanan Maritim dan Kerja Sama dalam Menjaga Stabilitas Kawasan :
Mengulas dinamika ancaman maritim modern, peran aktor non-negara, perubahan iklim, hingga pentingnya interoperabilitas antar-coast guard dalam menjaga stabilitas kawasan. (2) Flow of Criminal Procedure : Menjelaskan tahapan penanganan perkara maritim secara sistematis, mulai dari deteksi insiden, proses investigasi, hingga prosedur penegakan hukum yang sesuai standar internasional. (3) The Spot Investigation and Inspection in Japan : Menyajikan praktik investigasi lapangan ala Japan Coast Guard yang dikenal presisi dan berbasis standar keselamatan operasional tinggi. (4) Civil Maritime Threats and Security : Menguraikan tantangan ancaman non-tradisional seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, dan pelanggaran lingkungan laut. (5) Joint Mission: Membangun pemahaman bersama mengenai operasi gabungan serta pentingnya inter-agency cooperation dalam menjawab tantangan keamanan maritim.
Dalam paparannya, Laksda Bakamla Askari menekankan bahwa penguatan kemampuan investigasi merupakan pilar penting dalam menjaga keamanan maritim nasional di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman.
“Tidak ada satu negara atau instansi pun yang dapat menghadapi tantangan maritim sendirian. Kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan pemahaman bersama adalah kunci menjaga stabilitas kawasan,” jelasnya dalam sesi pemaparan.
Para peserta juga mendapatkan pemahaman strategis mengenai lingkungan keamanan maritim global, termasuk perkembangan teknologi, penggunaan sistem otonom, hingga model kerja sama internasional yang relevan dalam penegakan hukum di laut.
Seminar ini merupakan implementasi nyata kerja sama teknis antara Bakamla RI dan JICA dalam proyek Penguatan Kapasitas Bakamla. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program peningkatan kemampuan SDM aparat maritim Indonesia, serta wadah pertukaran pengalaman antarlembaga domestik dan mitra internasional. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN