Manado, 23 Mei 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) – Bakamla RI melalui Pangakalan Bakamla Serei menghadiri kegiatan Peresmian Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang dilaksanakan di Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Kemarin
Mewakili Kepala Zona Bakamla Tengah Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP., Kepala Pangkalan Bakamla Serei, Kolonel Bakamla Heriwansyah Putra Agam, S.T., M.Si., turut menghadiri kegiatan yang diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Peresmian museum tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat fungsi museum sebagai pusat pelestarian budaya, edukasi sejarah, penelitian, serta destinasi wisata budaya di Provinsi Sulawesi Utara.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 undangan tersebut berlangsung khidmat dan meriah melalui rangkaian acara yang diawali dengan penyambutan tamu, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa lintas agama, hingga pertunjukan seni budaya daerah yang menampilkan kekayaan tradisi Sulawesi Utara.
Turut ditampilkan pertunjukan teater bertajuk “Abadi Budaya” yang dibawakan oleh Teater Imperium Manado, Teater Batosai, Sanggar Sombor Um Banua, serta Gita Bahana Nusantara 2025. Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), sertifikat cagar budaya, serta penyerahan simbolis alat musik kolintang dan BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menghadirkan museum sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya yang representatif.
Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari tradisi lisan, musik kolintang, kain tenun Bentenan, hingga situs sejarah dan budaya yang menjadi bagian penting identitas bangsa Indonesia.
“Museum bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi menjadi benteng identitas bangsa dan ruang hidup yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan,” ujar Fadli Zon.
Fadli Zon juga menekankan pentingnya transformasi museum agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan fungsi riset, serta pengembangan museum sebagai pusat kreativitas yang inklusif, edukatif, dan rekreatif, khususnya bagi generasi muda.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, tarian tradisional Mojoke, tur museum, ramah tamah, hingga sesi foto bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., unsur Forkopimda Sulawesi Utara, pejabat TNI-Polri, kepala daerah se-Sulawesi Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur pemerintahan dan lembaga terkait lainnya. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN