Batam, 18 September 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) – Bakamla RI memperkuat kapasitas personelnya dalam bidang investigasi melalui Pelatihan Kemampuan Investigasi (Investigation Skill Training) Tahun 2026 yang dilaksanakan bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Coast Guard (JCG) di Pusat Pelatihan Maritim Bakamla RI, Batam, Kepulauan Riau, Kemarin.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 14–17 September 2026, ini difokuskan pada peningkatan kemampuan investigasi awal terhadap dugaan pencemaran tumpahan minyak di laut.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari kerja sama peningkatan kapasitas antara Bakamla RI dengan Pemerintah Jepang melalui JICA dan JCG. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan personel Bakamla RI melalui transfer pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik JCG dalam bidang investigasi keamanan dan keselamatan maritim. Kerja sama Bakamla RI dengan JCG melalui JICA sendiri telah terjalin sejak 2019.
Dalam sambutan pembukaan, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., yang dibacakan oleh Kepala Pangkalan Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, S.E., M.Tr.Hanla., menekankan pentingnya peningkatan kompetensi personel dalam menghadapi kasus pencemaran tumpahan minyak di laut. Menurutnya, kemampuan investigasi diperlukan agar proses identifikasi awal kejadian, pengumpulan dan pengamanan barang bukti, dokumentasi, analisis awal, hingga penyusunan laporan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai standar yang berlaku.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori, tetapi juga mengikuti praktik investigasi melalui skenario dugaan tumpahan minyak di perairan sekitar Batam. Materi mencakup pemeriksaan lokasi kejadian, pengumpulan informasi dan keterangan, dokumentasi, pengambilan serta penanganan sampel minyak, identifikasi sumber pencemaran, analisis hasil investigasi, hingga penyusunan laporan investigasi. Kegiatan juga menekankan pentingnya pengamanan barang bukti melalui proses pengambilan, penyegelan, dan pencatatan secara tepat.
Pendekatan praktik dilaksanakan dengan membagi peserta ke dalam tiga tim investigasi. Tim A bertugas melakukan pemeriksaan kapal untuk mengidentifikasi kapal target, Tim B melakukan pemeriksaan lokasi tumpahan untuk membuktikan fakta terjadinya tumpahan minyak dari kapal ke laut, sedangkan Tim C melakukan rekonstruksi situasi tumpahan untuk mengidentifikasi siapa, di mana, dan bagaimana minyak tersebut dapat tumpah. Hasil investigasi kemudian dipresentasikan dalam bentuk laporan yang dilengkapi foto, diagram, kronologi, serta temuan masing-masing tim.
Skenario latihan dirancang berdasarkan laporan adanya minyak yang mengapung di lepas pantai Pulau Batam dan ditemukannya kapal yang mencurigakan di sekitar lokasi. Dalam skenario tersebut, peserta dituntut melakukan investigasi awal, mengumpulkan bukti untuk mendukung pembuktian terjadinya tumpahan minyak, serta menyusun laporan berdasarkan fakta yang diperoleh di lapangan. Materi JICA secara khusus menegaskan bahwa operasi penanggulangan tumpahan minyak tidak termasuk dalam ruang lingkup pelatihan ini.
Pelatihan diikuti 15 personel unsur patroli Wilayah Zona Bakamla Barat dengan dukungan dua personel supervisi Bakamla RI. Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan investigasi awal secara sistematis, cermat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus mendukung pelaksanaan tugas keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di laut.
Menutup rangkaian pelatihan, Kepala Bakamla RI lewat Kepala Pangkalan Bakamla Batam memberikan apresiasi atas keseriusan dan antusiasme para peserta selama mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Kepala Bakamla RI juga menyampaikan penghargaan kepada Mobile Cooperation Team JCG yang telah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik di bidang investigasi pencemaran laut.
“Semoga dengan terlaksananya Investigation Skill Training Tahun 2026 ini, personel Bakamla RI dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan investigasi awal terhadap dugaan pencemaran tumpahan minyak di laut, serta mampu menerapkan prosedur investigasi secara tepat, profesional, dan sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, penguatan kapasitas melalui kerja sama internasional menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan investigasi yang semakin terukur sekaligus mempererat hubungan kerja sama Bakamla RI dengan JCG melalui JICA di bidang keamanan maritim.(Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto: Humas Bakamla RI
ID
EN