Jakarta, 21 Oktober 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) — Bakamla RI menggelar Uji Publik Simpul Laut (Strategi Pelibatan Masyarakat Berbasis Ekoteologi Maritim untuk Memperkuat Tata Kelola Keamanan Laut) di salah satu hotel Jakarta Pusat, Kemarin.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menghimpun masukan dari akademisi dan kementerian/lembaga dalam menyempurnakan strategi pelibatan masyarakat guna mendukung tata kelola keamanan laut yang lebih kolaboratif dan berwawasan lingkungan.
Kegiatan dipimpin oleh Direktur Strategi Keamanan Laut Bakamla RI yang mewakili Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI. Uji publik ini turut menghadirkan akademisi Dr. Benny Osta Nababan, S.Pi., M.Si. dan Dr. Akhmad Solihin, S.Pi., M.H., serta perwakilan dari Polair, Staf Operasi TNI Angkatan Laut (Sopsal), Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui PSDKP, Bea Cukai, dan Kedeputian Kebijakan dan Strategi Bakamla RI.
Dalam sambutannya, Direktur Strategi Laksma Bakamla Dr. Steven Toar Sambouw, S.H., S.Keр., М.Н., М.А.Р., M.Tr.Opsla., menekankan pentingnya memperhatikan aspek perlindungan lingkungan dalam tata kelola keamanan laut. Salah satu dimensi dalam Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN) berkaitan dengan pencemaran laut, yang menunjukkan bahwa keamanan laut tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga kelestarian ekosistem maritim.
Krisis ekologi global saat ini juga dihadapkan pada tiga persoalan utama yang saling berkaitan, yaitu perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Perubahan iklim meningkatkan risiko cuaca ekstrem dan kenaikan muka laut, sementara pencemaran serta kerusakan habitat mengancam keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam. Kondisi tersebut memperkuat urgensi pendekatan tata kelola keamanan laut yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan, tetapi juga mendorong kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan laut.
Sebagai salah satu upaya menjawab tantangan tersebut, Kolonel Bakamla Vita Melia memaparkan inovasi Simpul Laut yang tengah dikembangkan dalam rangka Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Strategi ini mengusung pendekatan ekoteologi maritim untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan laut. Melalui uji publik ini, draf strategi yang sedang diformulasikan dibahas bersama para pemangku kepentingan guna memperoleh masukan untuk penyempurnaan.
Para akademisi dan perwakilan kementerian/lembaga menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung tata kelola keamanan laut. Sejumlah instansi telah memiliki komunitas binaan, antara lain Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokwasmas), pembinaan masyarakat perairan, dan Relawan Penjaga Laut Nusantara (Rapala). Keberadaan komunitas tersebut menjadi modal untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan laut.
Para peserta juga berharap strategi Simpul Laut dapat segera disempurnakan dan diimplementasikan, sehingga manfaat serta dampaknya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Apabila terbukti efektif, strategi ini diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi oleh kementerian/lembaga lain sesuai dengan tugas dan kewenangannya. (Humas Bakamla RI)
Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN