Jakarta, 29 Juli 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) — Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menyelenggarakan Latihan Bersama Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., yang diwakilkan oleh Direktur Latihan Bakamla RI Laksma Bakamla Ermawan Susilo, S.E., M.Si., yang menegaskan pentingnya sinergi dan peningkatan kapasitas personel dalam menghadapi kejahatan narkotika yang semakin kompleks di laut.
Sebagai Narasumber pertama, National Program Officer for Global Maritime Crime Program at United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Bapak Fatimana Agustinanto memaparkan kondisi aktual ancaman kejahatan maritim, khususnya penyelundupan narkoba jenis metamfetamina melalui jalur laut barat Indonesia yang kian canggih dan terorganisir.
Dalam kesempatan tersebut juga diperkenalkan teknologi TruNarc Handheld Narcotics Analyzer berbasis Raman, yang mampu mendeteksi lebih dari 530 jenis zat terlarang termasuk narkoba tradisional, NPS (new psychoactive substances), prekursor, serta zat pemotong. Alat ini memberikan hasil identifikasi cepat dalam hitungan detik melalui metode non-destruktif, sehingga menjaga keamanan petugas sekaligus keutuhan barang bukti.
Selain pengenalan perangkat deteksi canggih, peserta latihan juga dibekali dengan materi tentang regulasi terbaru penanggulangan narkoba, jenis-jenis narkoba baru, teknik identifikasi narkoba dan NPS, serta prosedur penanganan barang bukti dan tahanan.
Melalui latihan bersama ini, Bakamla RI berharap penanganan kejahatan narkoba di wilayah perairan Indonesia dapat semakin responsif, adaptif, dan berbasis teknologi. Sinergi antar instansi, inovasi peralatan deteksi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan penindakan penyelundupan narkoba melalui laut, sehingga wilayah perairan Indonesia semakin terlindungi dari ancaman peredaran gelap narkoba yang terus berkembang.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 20 personel internal Bakamla RI dan 10 peserta perwakilan dari kementerian/lembaga terkait, serta menghadirkan instruktur dari UNODC, Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (BC), dan Bakamla RI. (Humas Bakamla RI)
Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN