Jakarta, 9 April 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) --- Direktur Kebijakan Bakamla RI Laksma Bakamla Taman Sembiring menghadiri kegiatan Simposium Senior Multilateral yang diselenggarakan oleh Nuclear Smuggling Detection and Deterrence (NSDD) di bawah United States Department of Energy, di Seoul, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat kerja sama internasional dalam pencegahan dan deteksi penyelundupan bahan nuklir, khususnya di sektor maritim. Simposium ini diikuti oleh sekitar 160 peserta yang berasal dari 16 negara, antara lain United States, Australia, Indonesia, France, Malaysia, United Kingdom, Thailand, Sri Lanka, Laos, Cambodia, Maldives, South Korea, Philippines, Taiwan, Nepal, serta Canada.
Dalam sesi paparan, peserta menerima materi penting di antaranya, Scam Center Briefing yang disampaikan oleh Federal Bureau of Investigation, serta pemaparan mengenai Development of a Nuclear Security Detection Architecture dari NSDD. Materi tersebut menyoroti perkembangan ancaman global serta pentingnya penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi penyelundupan bahan berbahaya, termasuk melalui jalur laut.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi diskusi panel dan wawancara khusus yang diselenggarakan oleh NSDD dengan perwakilan lembaga keamanan maritim dari beberapa negara, yakni Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Philippines. Dalam forum ini, masing-masing negara berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi dalam memperkuat sistem pengawasan dan deteksi di wilayah perairan nasionalnya. Tidak hanya itu, simposium juga memperkenalkan berbagai peralatan deteksi radiasi, mulai dari perangkat ringan, backpack, portable, hingga yang terpasang pada kendaraan (vehicle-based).
Pemahaman terhadap teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas personel dalam mendeteksi ancaman secara cepat dan akurat di lapangan.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Bakamla RI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapabilitas pengamanan laut Indonesia, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman non-konvensional seperti penyelundupan bahan nuklir. Kerja sama internasional yang erat diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan maritim yang terpadu dan responsif terhadap dinamika ancaman global. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN