Filipina, 22 April 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) turut serta dalam kegiatan Cluster Meeting yang diselenggarakan oleh Philippine Coast Guard (PCG) bekerja sama dengan Regional Cooperation Agreement on Combatting Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia Information Sharing Center (ReCAAP-ISC). Kegiatan berlangsung selama empat hari di Manila, Filipina, Kemarin.
Bakamla RI diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretaris Utama Mayor Bakamla Nurul Yudo Suparman, S.H., dalam forum penting yang membahas upaya regional menanggulangi pembajakan dan perampokan bersenjata terhadap kapal, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Acara dibuka secara resmi oleh Komandan PCG, Admiral Ronnie Gil Latorilla Gavan, yang menyampaikan bahwa Pemerintah Filipina, khususnya PCG, sangat mendukung pelaksanaan Cluster Meeting ini dan menegaskan kembali komitmen untuk terus bekerja sama dalam menjaga keamanan laut dari berbagai tindak kriminal.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Executive Director ReCAAP-ISC, Mr. Krishnaswamy Natarajan, yang mendorong semua focal points untuk terus aktif melakukan pemantauan dan penegakan hukum di wilayah laut masing-masing. Ia juga memperkenalkan berbagai perangkat pemantauan terkini seperti dashboard interaktif, peta visualisasi data, aplikasi seluler, serta buku panduan dan poster pedoman keselamatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian paparan dari para perwakilan negara peserta dan pemangku kepentingan maritim, antara lain: "Situation of Piracy and Armed Robbery Against Ships in Asia 2024" oleh Mrs. Lee Yin Mui (ReCAAP-ISC), "Situation Update on the Abduction of Crew in Sulu-Celebes Seas" oleh Mr. Nelson Jay T. Timbang (PCG), "Measures in Enhancing the Security of Ports/Anchorages in the Philippines" oleh Mr. Jeffrey M. Gleane (PCG), serta paparan dari delegasi Malaysia, Kamboja, dan China yang menyoroti upaya lintas negara dalam menangani insiden pembajakan.
Forum ini juga membagi peserta ke dalam tiga kelompok diskusi, masing-masing membahas: (1) Upaya negara pantai di Laut Sulu-Celebes dalam mengatasi insiden penculikan awak kapal, (2) Kerja sama antar lembaga pemerintah untuk mencegah pembajakan, dan (3) Peran industri pelayaran dan lembaga maritim dalam menjaga keamanan laut.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan sosial ke Museum Veteran Filipina di Bataan Balanga, yang menjadi momen reflektif sekaligus mempererat hubungan antarnegara peserta. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi : Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto : Humas Bakamla RI
ID
EN