Jakarta, 15 Oktober 2024 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) -- Bakamla RI bersama tim SAR gabungan menggelar operasi SAR (Search and Rescue) di Dermaga Mercusuar Pelabuhan Sunda Kelapa untuk menangani kondisi darurat yang membahayakan manusia. Operasi ini dilakukan setelah seorang warga berinisial MK (35 tahun) dilaporkan terbawa arus dan tenggelam di perairan sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, kemarin.
Operasi penyelamatan melibatkan dua tim SRU (Search and Rescue Unit) yang terbagi untuk melaksanakan penyisiran di laut dan pencarian visual di darat. SRU 1 menggunakan peralatan seperti Aqua Eye dan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian, sementara SRU 2 menyisir area sejauh kurang lebih 800 meter dari titik terakhir keberadaan korban. Pada pukul 09.25 WIB, tim SAR menerima informasi dari nelayan yang menemukan korban dalam kondisi mengambang sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.
Pada pukul 09.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Korban kemudian dibawa ke Kantor DITPOLAIRUD, dan pada pukul 10.41 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Salemba, guna proses lebih lanjut.
Operasi ini melibatkan berbagai instansi, termasuk Kantor SAR Jakarta, Polair Polda, TNI AL, dan BPBD DKI. Alutsista yang digunakan dalam operasi ini meliputi RIB Bakamla, LCR Basarnas, serta Aqua Eye. Meskipun cuaca cerah mendukung proses pencarian, operasi tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan keselamatan tim di lapangan.
Dengan berakhirnya operasi SAR ini, Bakamla RI menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi. Kerja sama yang solid antara berbagai instansi menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi situasi darurat ini. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN