Jakarta, 30 Oktober 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) — Bakamla RI mendorong penguatan kerja sama maritim yang konkret antara Indonesia dan Uni Eropa (UE). Upaya tersebut disampaikan melalui partisipasi Bakamla RI dalam The 9th Indonesia–EU Security Policy Dialogue pada 26 Oktober 2026 dan The 9th EU–Indonesia PCA Joint Committee pada 27 Oktober 2026, kemarin.
Kedua forum diselenggarakan secara hibrida di Brussel, Belgia, dengan Bakamla RI mengikuti pembahasan secara daring.
Keikutsertaan Bakamla RI merupakan bagian dari keterlibatan Indonesia dalam memperkuat hubungan kerja sama dengan Uni Eropa, khususnya di bidang keamanan dan pertahanan, keamanan maritim, penegakan hukum di laut, perikanan, serta ekonomi biru. Dalam kedua forum tersebut, Bakamla RI diwakili oleh Mayor Bakamla Fenny Sefhirany dan Lettu Bakamla Ardi dari Direktorat Kerja Sama.
Pada hari pertama, The 9th Indonesia–EU Security Policy Dialogue membahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian bersama, meliputi perkembangan keamanan regional dan global, pembaruan strategi pertahanan Indonesia dan Uni Eropa, kontra-terorisme dan kontra-radikalisasi, kejahatan transnasional termasuk keamanan siber, mediasi dan pencegahan konflik, manajemen krisis, penjaga perdamaian, serta keamanan maritim.
Sementara itu, The 9th EU–Indonesia PCA Joint Committee pada hari kedua membahas penguatan multilateralisme, perdagangan dan investasi, kerja sama pembangunan melalui inisiatif Global Gateway, kerja sama maritim, energi dan iklim, serta tindak lanjut dialog politik, keamanan, pertahanan, dan hak asasi manusia (HAM).
Dalam pembahasan isu maritim, masukan Bakamla RI telah diakomodasi dalam intervensi Delegasi Republik Indonesia. Salah satu hal yang mengemuka adalah penguatan kerja sama maritim Indonesia–Uni Eropa melalui penjajakan kerja sama teknis dengan empat institusi UE, yaitu European Border and Coast Guard Agency (Frontex), European Fisheries Control Agency (EFCA), European Maritime Safety Agency (EMSA), serta Maritime Analysis and Operations Centre – Narcotics (MAOC-N).
Penjajakan dengan keempat institusi tersebut membuka ruang untuk mengidentifikasi peluang kerja sama sesuai dengan mandat dan kompetensi masing-masing, terutama dalam mendukung keamanan dan keselamatan maritim, pengawasan kegiatan perikanan, serta penanganan berbagai tantangan lintas batas di laut. Bagi Bakamla RI, penguatan hubungan teknis dengan mitra internasional menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan mendukung peningkatan kapasitas dalam pelaksanaan tugas keamanan laut.
Selain itu, forum turut mencatat rencana pelaksanaan Regional Search and Rescue (SAR) Inter-Agency Workshop di Jakarta pada November 2026, yang dapat dilaksanakan dan difasilitasi oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Forum juga membahas usulan penyelenggaraan High-Level Dialogue on Ocean and Fisheries pada akhir Triwulan I atau awal Triwulan II tahun 2027.
Ke depan, penguatan kerja sama dengan Uni Eropa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme, memperluas jejaring kemitraan, serta mendukung terwujudnya keamanan dan keselamatan laut yang semakin kuat, baik di tingkat nasional maupun kawasan.(Humas Bakamla RI)
Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN