Batam, 12 Agustus 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) – Bakamla RI menjadi tuan rumah penyelenggaraan VBSS Integrated Training Programme bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Kegiatan berlangsung selama dua pekan dari 3 - 14 Agustus 2026, dengan melibatkan peserta dari Bakamla RI, Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA), dan Philippines Coast Guard (PCG). Kegiatan berlangsung di Pusat Pelatihan Bakamla RI, Batam, Rabu (12/8/2026).
Lebih lanjut, di sela-sela kegiatan Tripartite Coast Guard Cooperation, para kru kapal MMEA dan Singapore Police Coast Guard (SPCG) melaksanakan observasi langsung latihan visit board, search and seizure yang diselenggarakan UNODC. Hal ini dilakukan sebagai bentuk berbagi pengetahuan dan tindakan terbaik saat melaksanakan tugas di laut.
Pelatihan ini diikuti oleh 16 peserta, yang terdiri dari 8 personel Bakamla RI, 4 personel PCG, dan 4 personel MMEA. Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan personel penegak hukum maritim dalam melaksanakan operasi VBSS secara profesional, aman, serta sesuai dengan standar dan ketentuan hukum internasional.
Kegiatan dipandu oleh Trainer UNODC Anthony P. Wheatley, didampingi Co-trainer UNODC Francisco Salgado Garcia dan Shinohara. Para instruktur memberikan materi yang memadukan pembelajaran teori dan praktik lapangan guna memperkuat kompetensi peserta dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan maritim.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari pengenalan konsep VBSS, hukum laut internasional (UNCLOS), prosedur pemeriksaan kapal, penanganan barang bukti, keselamatan personel, latihan boarding kapal, serta berbagai skenario operasi maritim yang dilaksanakan secara bertahap di kelas maupun di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Latihan Ivan Gatot Prijanto, S.E., M.Tr.Opsla., dan Kepala Pangkalan Batam Kolonel Bakamla Agus Sriyanto, S.E., M.Tr.Hanla. yang sangat antusias menyaksikan jalannya pelatihan.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, Bakamla RI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempererat kerja sama regional di bidang keamanan laut. Kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan UNODC diharapkan dapat memperkuat interoperabilitas antar personel dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara di wilayah maritim, seperti penyelundupan, perdagangan ilegal, serta ancaman keamanan laut lainnya. (Humas Bakamla RI)
Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN