Jakarta, 24 Oktober 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) — Direktorat Strategi Keamanan Laut (Stratkamla) Bakamla RI melaksanakan Kunjungan Koordinasi Sinergitas Penyelenggaraan Harmonisasi Strategi Keamanan Laut (Kamla) Bidang Patroli bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Ruang Rapat BRIN, Jakarta, Kemarin.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Bakamla RI dan BRIN dalam mendukung penyusunan kebijakan dan strategi nasional keamanan laut (Jaknas KKPH Jilid II) berbasis riset dan data ilmiah.
Delegasi Bakamla RI dipimpin oleh Kolonel Bakamla Vita Melia, S.T., M.T., mewakili Direktur Strategi Kamla, didampingi Mayor Bakamla Ferry Haryanto, Mayor Bakamla Dicky Yuniar, Letda Bakamla M. Irvan, dan Bayu Aji. Sementara itu, pihak BRIN diwakili oleh Sesdep Kebijakan Pembangunan Ramitha A., Direktur Polhukhankam Dudi Hidayat, serta sejumlah pejabat teknis BRIN lainnya.
Dalam sambutannya, Direktur Polhukhankam BRIN Dudi Hidayat menyampaikan apresiasi atas kunjungan strategis yang dilakukan Bakamla RI. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam memperkuat tata kelola patroli laut nasional yang berbasis bukti ilmiah.
“BRIN siap mendukung Bakamla RI dalam penyusunan kajian berbasis riset dan data ilmiah, untuk memastikan pelaksanaan Jaknas KKPH Jilid II berjalan efektif dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Kolonel Bakamla Vita Melia menjelaskan bahwa pelaksanaan Jaknas KKPH Jilid II bertujuan menciptakan sinergi antarinstansi maritim dalam menjaga keamanan dan keselamatan di laut, serta memperkuat tata kelola penegakan hukum yang terpadu.
“Kami ingin memastikan setiap langkah strategis dalam pelaksanaan patroli bersama memiliki dasar kajian, indikator kinerja yang jelas, serta dukungan teknologi dan inovasi yang memadai,” tegas Kolonel Vita.
Pada sesi diskusi, kedua pihak membahas sejumlah isu strategis, antara lain: Perlunya kejelasan kebijakan dan dasar hukum dalam pelaksanaan patroli bersama lintas instansi; Evaluasi terhadap SOP Patroli Bersama yang tertuang dalam SKB 9 Kementerian/Lembaga, guna memperkuat mekanisme koordinasi dan sistem pelaporan; Pentingnya penyusunan kajian ilmiah sebelum menetapkan indikator kinerja; Penguatan dukungan teknologi pengawasan laut, termasuk pemanfaatan remote sensing dan sistem informasi maritim; serta Penyusunan indeks komposit sebagai alat ukur efektivitas patroli nasional yang mencakup aspek SAR, lingkungan, ekonomi maritim, dan keselamatan pelayaran.
Dari hasil pembahasan, disepakati bahwa BRIN akan berperan sebagai instansi pendukung riset dan analisis data, sedangkan Bakamla RI tetap menjadi koordinator utama dalam pelaksanaan kajian dan strategi patroli nasional. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli MudaMayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto : Humas Bakamla RI
ID
EN