Jakarta, 6 Maret 2026 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) –Bakamla RI terus memperkuat sinergi antar lembaga dalam mendukung pemantauan kondisi laut nasional. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla RI, Laksda TNI Dr. Samuel H.H. Kowaas, M.Sc., CSBA., ke Kantor Pusat BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat koordinasi sekaligus menjajaki peluang kolaborasi pemantauan kondisi laut melalui pemanfaatan teknologi High Frequency Radar (HF Radar). Kedatangan Sestama Bakamla RI beserta rombongan disambut hangat oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Dr. Andri Ramdhani.
Mengawali kegiatan, rombongan Bakamla RI diajak meninjau ruang Meteorology AI and Hydrological Early Warning System (MHEWS) milik BMKG. Di ruang pemantauan tersebut, para pejabat Bakamla RI diperlihatkan dashboard pemantauan meteorologi yang beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam setiap hari.
Dalam kesempatan itu, Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Dr. Ida Pramuwardani, memaparkan berbagai fitur pada dashboard, termasuk tampilan citra satelit cuaca dan radar cuaca. Sementara itu, Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Eko Prasetyo, menjelaskan mengenai INA-WIS Portal yang menyediakan informasi gelombang laut guna mendukung keselamatan aktivitas maritim.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi teknis mengenai pengembangan dan pemanfaatan HF Radar. Dalam paparannya, Sestama Bakamla RI menjelaskan bahwa saat ini Bakamla RI tengah mengembangkan National Maritime Surveillance System (NMSS) yang di dalamnya akan terintegrasi teknologi HF Radar.
Teknologi tersebut berfungsi memantau kondisi laut serta objek di permukaan laut dari jarak jauh. Sistem ini bekerja dengan memancarkan gelombang radio berfrekuensi tinggi dan menganalisis pantulan sinyal untuk memperoleh informasi seperti arus permukaan laut, kondisi gelombang, serta pergerakan kapal. Dengan jangkauan yang luas, HF Radar dinilai sangat strategis untuk mendukung pemantauan maritim, keselamatan pelayaran, operasi pencarian dan pertolongan, hingga sistem peringatan dini kondisi laut.
Diskusi semakin dinamis ketika pihak BMKG turut memaparkan sejumlah program penguatan sistem meteorologi maritim. Project Manager MMS 2, Dr. Agie Wandala Putra, menjelaskan perkembangan proyek Strengthening BMKG Climate and Weather Capacity Phase II Project (STR2) – Development of Maritime Meteorological System (MMS). Sementara itu, Rismanto Effendi, M.Si., yang menangani proyek HF Radar Array, memaparkan perkembangan pembangunan sistem radar tersebut.
Pertukaran gagasan antara kedua lembaga berlangsung aktif, mengingat Bakamla RI dan BMKG memiliki kepentingan strategis yang sama dalam pemantauan kondisi laut serta objek di permukaan laut. Kolaborasi teknologi dan pertukaran data diharapkan dapat semakin memperkuat sistem pemantauan maritim nasional di masa mendatang.
Kegiatan kunjungan kerja ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan cinderamata dari Sestama Bakamla RI kepada Deputi Bidang Meteorologi BMKG sebagai simbol penguatan kerja sama kedua institusi.
Turut mendampingi Sestama Bakamla RI dalam kunjungan tersebut antara lain Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Laksda Bakamla Didong Rio Duta Purwokuntjoro, S.T., M.A.P., M.Tr.(Han)., M.Tr.Opsla., Deputi Operasi dan Latihan Laksda Bakamla Eko Wahjono, S.E., M.M., Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Laksma Bakamla Dafit Santoso, serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Bakamla RI.
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Humas Bakamla RI
ID
EN