Babel, 24 November 2025 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) — Stasiun Bakamla Bangka Belitung menerima kunjungan sebanyak 26 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam rangka pelaksanaan Program Team Based Project pada Mata Kuliah Hukum Humaniter Internasional Semester Ganjil 2025/2026, Bangka Belitung, Senin (24/11/2025).
Kunjungan ini dipimpin oleh dosen pengampu, Sintong Arion Hutapea, S.H., M.H., dan diterima langsung oleh Kepala Stasiun Bakamla Babel Mayor Bakamla Anton Hilman Fatoni, S.H., M.H., di Kantor Stasiun Bakamla Babel.
Dalam sambutannya, Mayor Anton menyampaikan kehormatan dapat menerima para mahasiswa UBB yang tengah mempelajari isu-isu hukum maritim dan kemanusiaan internasional. Pada kesempatan tersebut, Mayor Anton memperkenalkan peran, tugas, dan kewenangan Bakamla RI sebagai penjaga keamanan dan keselamatan laut, serta menjelaskan fungsi Stasiun Bakamla Babel dalam pengawasan wilayah perairan di Kepulauan Bangka Belitung.
Selaras dengan konteks akademik para mahasiswa, Mayor Anton turut memberikan materi mengenai Unmanned Underwater Vehicle (UUV) dalam perspektif Hukum Internasional dan Kebijakan Nasional. Materi ini disesuaikan dengan perkembangan global terhadap penggunaan kendaraan bawah laut otonom, termasuk aspek hukum laut internasional (UNCLOS 1982), tantangan penegakan hukum, dan risiko pelanggaran kedaulatan negara di era teknologi maritim modern.
“Isu penggunaan UUV kini menjadi perhatian banyak negara. Dari kacamata hukum internasional, penggunaan wahana bawah laut tanpa izin jelas berkaitan dengan prinsip kedaulatan dan hak lintas damai. Karena itu, pemahaman akademik dan praktik lapangan harus berjalan beriringan untuk memperkuat keamanan maritim kita,” ujar Mayor Anton.
Setelah penyampaian materi, sesi diskusi berlangsung sangat aktif. Para mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait hukum humaniter internasional, kerangka hukum UNCLOS, hingga dinamika penggunaan UUV yang pernah ditemukan di wilayah perairan Indonesia seperti Selayar, Bintan, dan Laut Jawa.
Antusiasme peserta mencerminkan ketertarikan kuat terhadap isu-isu penegakan hukum di laut, terutama berkaitan dengan teknologi maritim dan peran Bakamla RI dalam menjaga keamanan laut nasional.
Dosen pendamping Sintong Arion mengapresiasi penyambutan dan materi yang diberikan oleh Bakamla RI. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini sangat relevan dalam membekali mahasiswa dengan wawasan aktual mengenai keamanan maritim dan penegakan hukum di perairan yurisdiksi Indonesia.
“Terima kasih kepada Stasiun Bakamla Babel atas penerimaan dan materi yang sangat berbobot. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diperkuat agar mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung mengenai tantangan keamanan laut dan perkembangan teknologi maritim modern,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa UBB dan jajaran Stasiun Bakamla Babel sebagai simbol semangat sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah dalam membangun generasi muda yang peduli terhadap isu kemaritiman nasional. (Humas Bakamla RI)
Autentifikasi: Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd
Foto-foto: Stasiun Bakamla Babel
ID
EN