Amankan IKN, Bakamla RI Gelar FGD Penyelanggaraan KKPH di Selat Makassar
26 August 2024 Penulis : Humas Bakamla RI
WhatsApp_Image_2024-08-15_at_17.13.26.jpeg

Jakarta, Kamis 15 Agustus 2024 (Bakamla RI/Indonesia Coast Guard) —  Deputi Kebijakan dan Strategi (Jakstra) Bakamla RI Laksda Bakamla Dr. Gregorius Agung W.D., M.Tr.(Han)., membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penulisan "Kajian Konsepsi Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakkan Hukum (KKPH) di Selat Makassar dalam rangka Pengamanan Ibu Kota Negara (IKN)". Acara ini berlangsung di Aula Ary Hasibuan Mabes Bakamla RI, Jakarta Pusat, pada Kamis (15/08/2024).  

 

Acara ini bertujuan untuk membahas penerapan konsep Sistem dan Strategi Keamanan Laut IKN melalui Gerbang Maritim Virtual (Virtual Maritime Gate) yang akan dibangun di Selat Makassar, sebagai bagian dari upaya pengamanan IKN yang baru di Kalimantan Timur. Konsep Gerbang Maritim Virtual (GMV) yang dibahas dalam FGD ini merupakan inovasi modern yang menggabungkan teknologi canggih dan arsitektur imajiner. Sistem ini dirancang untuk memastikan keamanan pergerakan individu, barang, serta instrumen lainnya dari dan menuju IKN melalui Selat Makassar.

 

Deputi Jakstra Bakamla RI menyampaikan bahwa penerapan Gerbang Maritim Virtual ini merupakan bagian dari upaya menyongsong era baru keamanan maritim di Indonesia, khususnya dalam pengamanan IKN. "Dengan adanya GMV, kita dapat menciptakan pengawasan maritim yang lebih ketat dan terintegrasi, menjamin keamanan serta keselamatan setiap elemen yang masuk dan keluar dari IKN melalui Selat Makassar," ujarnya. Konsep ini, lanjutnya menjadi landasan bagi Bakamla RI dalam merumuskan strategi keamanan yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

 

FGD ini menghasilkan beberapa rekomendasi strategis yang akan menjadi panduan Bakamla RI dalam pengembangan dan penerapan GMV di Selat Makassar. Para peserta diskusi sepakat bahwa kolaborasi antar instansi serta penguatan kapasitas teknologi menjadi kunci dalam menyukseskan konsep ini. Rencana pembangunan GMV di Selat Makassar diharapkan dapat segera direalisasikan untuk mendukung pengamanan IKN dan memastikan kelancaran operasionalnya di masa mendatang.

 

Deputi Jakstra Bakamla RI berharap hasil dari FGD ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas dalam menjaga KKPH di Selat Makassar yang strategis bagi bangsa dan negara.

 

FGD ini dimoderatori oleh Dr. M. Arsyad Al Amin, SP, M.Si., dari IPB University dan dihadiri oleh Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bakamla RI Laksma Bakamla Budi Santosa, S.E., M.M., CRMP., CHRMP., Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla RI I Gusti Putu Aswan Candra, M.M., CHRMP., M.Tr.Opsla., beserta para pakar dan akademisi, yaitu perwakilan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN RB) Drs. Arrizal, M.Si., perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ahmad Zainal Arifin, SST., Ak., perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Erik Armundito, ST, MT, Ph.D., perwakilan dari Universitas Paramadina, Dr. Anton Aliabbas, S.Pi., M.Si., M.T., Ph.D., serta Dosen Universitas Pertahanan RI Dr. Ir. Jupriyanto, S.T., M.T., CIQaR., IPU., ASEAN Eng., ACPE. (Humas Bakamla RI)

 

Autentikasi: Pranata Humas Ahli Muda Bakamla RI Kapten Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd.

Foto-foto: Humas Bakamla RI

Entri ini telah dilihat 234 kali.