Presiden RI
 
Recapitulation Accident
Recapitulation Marine Incident February 28 until March 6, 2015
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Jalur Laut Rawan Penyelundupan Narkoba
    2014-10-23  2578  Print

Penyelundupan, dan peredaran narkoba dari jalur laut, sangat terbuka. Bahkan, di Jawa Barat, kasus tersebut cukup besar.

Garis pantai selatan di Jawa Barat adalah paling rawan penyelundupan. Selain yang terungkap, masih ada kasus yang belum terungkap

Di Katakan Kepala Seksi Intelejen Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat Yus Danial, pengungkapan kasus di garis pantai Jawa Barat, bagian Selatan cukup tinggi.

"Jabar selatan memang rawan, dan berpotensi dijadikan para sindikat narkoba untuk menyelundupkan barang haram tersebut," ujarnya
pada acara advokasi implementasi Inpras Nomor 2 Tahun 2011, di Lingkungan Himpunan Nelayan, Kabupaten Pangandaran, di Hotel Krisna, Kecamatan Pangandaran, Kamis (23/10/2014)

Danial mengatakan, pantai memang lebih rawan dan berpeluang dijadikan lokasi penyelundupan narkoba.

"Kasus yang sudah terungkap di Jabar Selatan sudah ada mulai dari Sukabumi, hingga Pangandaran. Untuk itu, kami ingin mengajak dan memberikan nelayan juga masyarakat untuk pencegahan narkoba," katanya.

Danial mengatakan, upaya pencegahan pun dilakukan dengan cara interdiksi laut. Lalu intelejen, serta jaring informasi, dan ada beberapa titik yang dilakukan pengamanan.

BNN pun dijelaskan ia akan melakukan intersiksi secara terbuka dan tertutup. Termasuk melakukan deteksi dini.

Lebih lanjut Danial mengatakan, untuk penyelundupan melalui jalur laut, para sindikat narkoba memang memberikan imbalan sangat menggiurkan bagi para nelayan.

 

"Imbalan yang diberikan sindikat, jelas dapat sangat besar dan melebihi pendapatan siapapun, termasuk nelayan. Dengan demikian, jika kita tidak dapat menolak, maka akan terjerumus pada kasus narkoba," jelasnya.

 

Sumber : www.pikiran-rakyat.com