Presiden RI
 
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
PENGUMUMAN
PENGUMUMAN JPT MADYA DEPUTI INHUKER 2019
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Potensi laut Indonesia Rp 3.000 T, baru dimanfaatkan Rp 291,8 T
    2015-04-24  489  Print

Sebagai negara maritim, potensi bisnis sektor kelautan Indonesia diyakini sangat besar. Potensi bisnis sektor kelautan disebut-sebut bisa mencapai Rp 3.000 triliun per tahun. Namun faktanya belum dimanfaatkan secara optimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menjelaskan, nilai potensi kelautan Indonesia meliputi perikanan USD 32 miliar, wilayah pesisir USD 56 miliar, bioteknologi USD 40 miliar, wisata bahari USD 2 miliar, minyak bumi USD 21 miliar, dan transportasi laut USD 20 miliar.

"Namun sayangnya nilai aktivitas ekonomi pada tahun lalu hanya mampu mencapai Rp 291,8 triliun," ujar Syarif di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/10).

Tahun ini, ekonomi sektor perikanan saja diperkirakan mencapai Rp 337 triliun. Dia mengklaim sudah jauh meningkat dibanding 10 tahun lalu yang nilai aktivitas ekonomi perikanan masih di bawah Rp 50 triliun dengan kenaikan rata-rata Rp 4,4 triliun hingga Rp 7,4 triliun per tahun.

"Sektor kelautan dan perikanan menjadi salah satu unggulan baru di Indonesia yang realistis. Potensi produksi yang dimiliki dan permintaan terhadap komoditas produk kelautan kian meningkat," jelasnya.

Syarif menuturkan, berdasarkan laporan McKinsey Internasional, pada 2030 peluang bisnis di Indonesia diperkirakan melonjak hingga USD 1,8 triliun. Karena itu harus diupayakan mengurangi hambatan bagi para investor.

Ini bisa ditempuh melalui penyederhanaan peraturan sehingga minat para investor di sektor kelautan melalui penerbitan Undang-Undang Kelautan.

"Sebab dengan banyaknya tumpang tindih aturan, seringkali menyulitkan pada pelaku usaha. Diharapkan pembangunan kelautan secara berkelanjutan dapat berjalan lebih terintegrasi," ucapnya.

 

Sumber : Merdeka.com