Presiden RI
 
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
PENGUMUMAN
PENGUMUMAN JPT MADYA DEPUTI INHUKER 2019
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Border Security Workshop
  admin  2015-04-30  273  Print

Ambon, 28 s/d 29 April 2015, Tim Badan Keamanan Laut (Bakamla RI) yang yang terdiri  empat Personel Kantor Zona Maritim Timur yaitu Sertu Maritim Yuliadi Prasetiono, Sdr. Tedy Gunawan, SE, Sdr. Rusmin La Daeba, A.Md dan Sdri. Fobby D. Kaitelapatay, S.Si, mengikuti kegiatan Border Security Workshop oleh Australia Custom Border Protection Service (ACBPS) di Kota Ambon Provinsi Maluku. Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Stakeholder yang terdiri dari Direktorat Bea dan Cukai, Kementerian Kelautan dan perikanan, Polair, Dirjen Imigrasi dan KPLP.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari di Hotel Swis Bell, Ambon tersebut membahas tentang  ancaman perbatasan Australia-Indonesia dan bagaimana bekerjasama, berkomunikasi dan berkoordinasi dalam menyelesaikan kejahatan dan pelanggaran di atau melalui laut.

Tujuan dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran bersama tentang Transional Crime atau kejahatan lintas batas seperti people smuggling, narkoba, terorisme, human trafficking  dan ancaman lainnya. David Jones selaku First Secretary dari Australia Custom Border Protection Service dalam paparannya menyampaikan perlunya meningkatkan pemahaman tentang berbagi informasi dengan sesama instansi  dalam maupun luar negeri untuk menjaga perbatasan serta mempromosikan kerja sama antara Australia dan Indonesia. Dengan harapan, kedepannya dapat menjalin hubungan kerja sama yang lebih baik antar kawasan khususnya Indonesia dan Australia dalam menangani kejahatan lintas batas.

Sumber: Zona Maritim Timur