Presiden RI
 
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
PENGUMUMAN
PENGUMUMAN JPT MADYA DEPUTI INHUKER 2019
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Bakamla (IDNCG) berhasil Halau Kapal Vietnam yang Layar di Perairan Indonesia
  yoga  2019-07-12  140  Print

Natuna, 12 Juli 2019 (Humas Bakamla/PR Indonesian Coast Guard) --- Bakamla/Indonesian Coast Guard (IDNCG) berhasil menghalau kapal ikan asing (KIA) Vietnam yang diduga memasuki perairan Indonesia melalui wilayah perairan yang belum disepakati (Dispute Area) di perairan Natuna, kemarin (11/7/2019)

Pukul 17.00 WIB, KN Bintang Laut – 401 Bakamla bersama  KP Hiu 11 milik Ditjen PSDKP, KKP melaksanakan patroli untuk memonitor aktivitas 6 KIA asal Vietnam di Sektor Timur Laut Natuna.

Selanjutnya, pukul 18.00 WIB KN Bintang Laut – 401 melakukan kontak radio terhadap 6 KIA untuk berhenti dan dilakukannya pemeriksaan. Pengejaran berlangsung dari perbatasan perairan Indonesia hingga 'dispute area', dan tidak ada perlawanan selama pengejaran berlangsung. Sekitar pukul 19.00 WIB, saat dilakukannya pemeriksaan oleh KN Bintang Laut - 401, kapal Vietnam Coast Guard (VCG) Vung Tao KN - 219 berlayar disekitar wilayah pemeriksaan. KN Bintang Laut - 401 melakukan kontak radio dan memperkenalkan diri sebagai IDNCG. Selanjutnya KN Bintang Laut - 401 mempersilahkan kapal VCG untuk bersandar di lambung kanannya.

Dalam perundingan yang dilakukan di atas KN Bintang Laut - 401, kedua belah pihak sepakat bahwa KIA yang berada di dispute area akan diminta untuk keluar dari wilayah. Sementara KIA yang berada di wilayah perairan Indonesia tanpa izin akan dilakukan penangkapan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan diplomatik antara pemerintah Indonesia dengan Vietnam.

Kegiatan perundingan diakhiri dengan penyerahan 2 KIA Vietnam beserta 11 ABK oleh KN Bintang Laut - 401, dan 4 KIA Vietnam oleh KP Hiu 11 kepada Vung Tao KN - 219.

KN Bintang Laut - 401 kembali melanjutkan patroli bersama KP Hiu 11 sekitar pukil 21.00 WIB. Tak lama berselang, kedua kapal pemerintah Indonesia itu mendapatkan kembali kapal VCG lainnya, Kiem Ngu KN - 261 yang sedang berlayar memasuki wilayah perairan Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, KN Bintang Laut - 401 segera melakukan kontak radio untuk memperkenalkan diri sebagai IDNCG, dan meminta kapal VCG Kiem Ngu KN - 261 untuk keluar dari perairan Indonesia. Respon kooperatif pun terlihat saat Kapal VCG Kiem Ngu KN-261 menerima pesan dan langsung merubah haluan ke utara menjauh dari perairan Indonesia

Saat ini KN Bintang Laut - 401 dan KP Hiu 11 dalam kondisi baik, dan terus melakukan pengawasan di wilayah perbatasan laut RI dengan Vietnam.