::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
Dua Nelayan Vietnam Tewas dan Lima Ditangkap di Perairan Filipina
  enni  2017-09-26  759  Print

Dua nelayan Vietnam tewas dan lima lainnya ditangkap dalam pengejaran yang berakhir dengan tabrakan di perairanFilipina, akhir pekan lalu, kata pihak berwenang, Senin (25/9/2017).

 

Sebuah kapal patroli Filipina mengejar enam kapal nelayan Vietnam di sekitar 30 mil laut dari Balinao, kota di pesisir utara, kata seorang juru bicara militer regional kepada AFP. Pejabat sedang menyelidiki penyebab kematian pasangan nelayan Vietnam itu.

 

Namun, mayat mereka ditemukan setelah kapal Vietnam menabrak kapal Filipina, kata Letnan Jose Covarrubias.

 

Lima nelayan yang berada dalam tahanan akan menghadapi tuduhan pembajakan karena mereka berada di perairan Filipina, tambahnya.

 

"Kapal angkatan laut melihat enam kapal nelayan (yang) menggunakan lampu sorot untuk menarik ikan. Saat sedang mengejar kapal, satu kapal bermanuver dan menabrak kapal kami," kata Covarrubias.

 

"Petugas naik dan menggeledah kapal. Namun, petugas menemukan dua mayat dan lima nelayan  ditangkap."

Sebuah pernyataan terpisah dari departemen urusan luar negeri Filipina, Senin ini, mengatakan, personil Angkatan Laut telah melepaskan tembakan peringatan setelah kapal tersebut melakukan "manuver yang sangat berbahaya".

 

Namun, Covarrubias mengatakan bahwa dia tidak dapat mengkonfirmasi keterangan tersebut.

 

Nelayan asing sering tertangkap basah di perairan Filipina. Tahun lalu Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan pembebasan 17 nelayan Vietnam yang tertangkap di perairan negaranya.

 

Pada 2013 Filipina meminta maaf kepada Taiwan atas pembunuhan seorang nelayan Taiwan oleh penjaga pantai Filipina yang mengatakan, kapal Taiwan berlayar secara ilegal di perairan setempat.

 

Insiden itu memicu perselisihan diplomatik dengan Taiwan, yang membuat negara itu menunda perekrutan para pekerja Filipina dan menarik kembali utusannya dari Manila sebagai protes.

 

Senin (25/9/2017) ini, Menteri Luar Negeri Alan Peter Cayetano mengatakan, Filipina akan melakukan investigasi yang "adil dan menyeluruh" terhadap kematian dua nelayan Vietnam.

 

"Kami ingin menyampaikan belasungkawa kami atas hilangnya dua nyawa tersebut," kata Cayetano kepada Menteri Luar Negeri Vietnam, Pham Binh Minh, pada sebuah pertemuan di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

 

 

Sumber :  kompas.com