Presiden RI
 
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
PENGUMUMAN
HASIL KELULUSAN AKHIR DAN PENYERAHAN DOKUMEN SELEKSI CPNS BAKAMLA RI TA 2018
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Selamat karena Pakai Life Jaket
  enni  2017-06-12  340  Print

Nahas tak dapat ditolak, air sungai pun tak dapat diprediksi, tenang tak berarti berombak. Kemarin (11/6), kapal pengangkut pupuk karam di muara Sungai Bara Kabupaten Bulungan, akibat diterjang ombak sungai.

 

KM Hari Sompe yang mengangkut 60 ton pupuk dari Tarakan rencananya akan menuju Sekatak, Bulungan. Tetapi sebelum sampai di desa tujuan, pupuk beserta kapalnya sudah menyatu dengan air sungai pada pukul 03.00 wita.

 

Beruntung, dalam persitiwa ini tak menimbulkan korban jiwa. Sebab 5 anak buah kapal (ABK) beserta nakhoda yang berada di kapal nahas tersebut berhasil menyelamatkan diri. Sebab, sebelum kapal tenggelam, kelimanya sudah menggunakan alat keselamatan yakni life jacket dan life buoy atau dikenal dengan pelampung.

 

Nakhoda Kapal KM Hari Sompe, Syahlul mengungkapkan, tinggi ombak yang menghatam kapal yang dinakhodainya mencapai 1,5 meter sehingga air-air dari ombak langsung masuk ke dalam kapal.

 

“Kami berusaha menghidupkan alkon untuk membuang air dari dalam kapal, namun alkon yang kami fungsikan tidak sanggup, sehingga secara perlahan-lahan kapal tenggelam ke dasar sungai,” ungkapnya.

 

Setelah kapal tenggelam, dirinya bersama keempat orang lainnya berusaha berenang ke tepi untuk menyelamatkan diri dan mencari bantuan.

 

“Kami berada di air kurang lebih 4 jam baru bisa sampai ke daratan, tentunya kondisi saat berada di air sangat dingin,” tuturnya.

 

Mereka kembali berenang menuju tepi darat pada pukul 06.30 Wita saat matahari terlihat, untuk meminta bantuan ke perahu-perahu pemancing yang sedang berjangkar.

 

“Ada perahu pemancing kami lihat, tanpa pikir panjang kami langsung ke sana dan meminta pertolongan. Alhamdulillah ketiga pemancing yang ada di perahu tersebut membantu kami dan mengantarkan kami ke Tarakan,” ujarnya.

 

Untuk diketahui kapal dengan ukuran 33 GT ini sedang mengangkut pupuk sebanyak 60 ton milik Muis menuju Sekatak. Namun dalam perjalanan kapal tersebut mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kapal tenggelam di dasar muara sungai Bara.

 

“Kami berangkat pada Sabtu (10/6) pukul 10.00 Wita dari pelabuhan Tengkayu I (SDF), untuk kerugian saya tidak tahu karena saya hanya nakhoda kapal,” ungkapnya.

 

Terpisah, sang pemilik kapal, Asong mengaku mengalami kerugian yang cukup banyak mengingat kapal yang digunakannya untuk mencari nafkah sehari-hari sudah tenggelam di dasar sungai.

 

“Pasti sangat banyak, kapal saja kami mengalami kerugian Rp 350 juta,” singkatnya.

 

Sementara itu, Komandan Patroli dan Humas KSOP Tarakan, Syaharuddin mengatakan, dirinya mendapatkan informasi adanya kapal yang akan tenggelam di muara sungai Bara, diterima KSOP pada pukul 03.00 Wita melalui piket jaga yang ada di Pelabuhan Tengkayu I (SDF).

 

“Sang pemilik kapal melaporkan kondisi kapalnya sebelum tenggelam kepada kami, yang kami tindak lanjuti melakukan pencarian pada pukul 06.30 Wita. Alhamdulillah saat kami temukan semuanya dalam kondisi selamat,” bebernya.

 

Pihaknya membawa dua orang yang sempat menaiki kapal nahas tersebut, untuk menunjukkan lokasi tenggelamnya kapal. “Setelah mendapatkan titik koordinat tenggelamnya kapal dari keterangan korban, kami akan menganalisis lebih jauh apakah lokasi tenggelamnya kapal ini dapat mengganggu alur pintu masuk dan keluar pelayaran menuju Sekatak ataupun sebaliknya,” ujarnya.

 

Dari pemeriksaan sementara KSOP, kapal yang tenggelam ini dianggap masih layak untuk berlayar dan bila dilihat dari ukuran kapal 33 GT masih sesuai dengan daya angkutnya yang mencapai 60 ton.

 

“Kapal ini valid dan sertifikatnya juga masih berlaku, ini murni akibat kondisi cuaca yang akhir-akhir ini memang kurang baik, sehingga saya mengimbau kepada pengguna jalur laut yang bepergian agar lebih berhati-hati dan memonitor perkembangan kondisi cuaca setiap waktu,” pungkasnya.

 

 

Sumber :  kaltara.prokal.co