Presiden RI
 
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
 
Buku "Panduan Menghadapi Pandemi COVID-19 di Laut"
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Aissat Bakamla dalam Kronologis Penangkapan MV Silver Sea 2
  admin  2015-08-18  1381  Print

Penangkapan Kapal Thailand MV Silver 2 oleh KRI Teuku Umar di Perairan Sabang merupakan hasil dari upaya untuk memberantas kegiatan illegal fishing yang selama ini sering dilakukan kapal asing di perairan Indonesia. Kapal yang diduga sebagai kapal penampung tersebut berhasil ditangkap melalui koordinasi yang baik antar instansi terkait nasional dan internasional.

 

Bakamla berhasil mendeteksi keberadaan kapal tersebut melalui Aissat Bakamla dan Monalisa setelah mendapatkan informasi dari Maritime Border Command (MBC) Australia pada tanggal 8 Agustus 2015. Informasi menyatakan dugaan pelanggaran transshipment pada 3 kapal yaitu Leelawade IOM 7637539, Silver Sea 2 IOM 7727097 dan New Sea Reefer IOM 7637527. Tiga kapal diduga melakukan aktivitas anomali dengan posisi yang saling berdekatan antara kapal tipe reefers (kapal kargo yang dilengkapi dengan alat pembeku) sedang melakukan transshipment muatan dari kedua kapal ikan lainnya pada tanggal 12 – 29 Juli 2015 di luar perairan Indonesia (107 Nm dari Merauke).

 

Berdasarkan informasi tersebut, Kantor Pengelola Informasi Marabahaya Laut Bakamla melalui Aissat Bakamla melakukan plot posisi kapal. Update posisi terakhir pada tanggal 11 Agustus 2015 memperlihatkan kapal MV Sea River 2 pada posisi 94’ 23’ 18E, 1’ 28’’ 14N (perairan Samudera Hindia), halu 348.8 dengan kecepatan 8.8 knot.

 

Atas informasi tersebut, bagian Komunikasi Bakamla membuat telegram dengan nomor: 488/BAKAMLA/0815, TW: 0811.2135 kepada Asops Kasal, Wakabaharkam Polri, Dirjen Hubla, Dirjen PSDKP dan Ka. Zona Marbar. Selanjutnya pada tanggal 13 Agustus 2015, melalui detik.com dilaporkan bahwa Kapal MV. Silver Sea 2 ditangkap oleh KRI Teuku Umar di Perairan Sabang

 

 

Sumber : Operasi Bakamla